Selasa, 17 Juli 2012

8 Aturan Pacaran di Kampus

KAMPUS dapat menjadi salah satu tempat kita menemukan orang-orang yang menarik. Bisa jadi, kita menemukan belahan jiwa ketika berjalan menuju kelas untuk kuliah.


Tidak ada salahnya menjalin asmara sambil menjalani perkuliahan. Pacaran di kampus bisa menjadi bumbu kehidupan masa muda kita. Masalahnya,  terkadang kita melupakan beberapa hal ketika berpacaran di kampus. Apa saja? Berikut daftarnya, seperti dinukil dari Surviving College, Minggu (15/7/2012).

Jangan: memaksa
Jangan menjadi "penguntit" dengan menelepon gebetan setiap jam. Selain menakutkan, hal ini akan menghilangkan "greget" masa pedekate.

Lakukan: pendekatan pertama
Terlalu agresif akan memberikan kesan menakutkan. Tetapi, sebaliknya, terlalu takut untuk membuat langkah awal akan membuat kita kehilangan kesempatan.  Jangan takut untuk mengambil langkah pertama, misalnya dengan berkenalan dengan orang yang kita taksir.

Jangan: banyak bicara
Hubungan dengan si pacar mungkin sangat indah dan menyenangkan. tetapi ada hal-hal yang sebaiknya kita simpan sendiri. Jangan terlalu mengumbar detail hubungan kita kepada orang lain.

Lakukan: bangga dengan hubungan kita
Tidak mengumbar romansa dengan si pacar bukan berarti selalu menyangkal hubungan yang tengah kita jalani. Proporsionallah dalam memberikan informasi tentang hubungan kita.

Jangan: kencan dengan teman pacar
Sebaiknya jangan pernah melakukan hal ini. Mengencani teman si pacar hanya akan berakhir buruk untuk semua pihak. Banyak orang lain yang bisa kita lirik selain teman si pacar.

Lakukan: berkencan dengan teman dari teman
Hal ini masih diperbolehkan. Cara ini bisa jadi sumbermu untuk mengenal lebih banyak orang di kampus.

Jumat, 13 Juli 2012

Komik Mahasiswa Part 21

Pulang Ke Rumah Saat Libur,Asik Kok...

KAMU baru selesai ujian akhir semester (UAS) dan bingung mau ngapain ketika libur? Pulang ke rumah saja.


Meski 'kebebasan' ketika ngekos menyenangkan, daftar yang dilansir Her Campus, Kamis (2/1/2012) ini akan mengingatkanmu bahwa pulang ketika libur kuliah juga memberimu beberapa keuntungan.

Masakan rumah


Akui saja deh, masakan rumah selalu yang terbaik di antara beragam makanan enak yang kamu temui ketika merantau. Dengan pulang ke rumah, kamu juga bisa sekaligus melepas rindu dengan makanan favorit buatan sang bunda, kan? Gratis pula!

Privasi


Pulang ketika libur berarti juga mendapatkan kembali semua atau sebagian privasimu. Misalnya, ketika mandi kamu enggak perlu antre seperti di kamar mandi kos. Kamu juga bisa melakukan apa saja sesuka hatimu tanpa harus merasa enggak enak dengan teman sekamar.

Cucian


Pulang ke rumah berarti juga kita bebas dari urusan cuci mencuci karena ada yang membantu. Kita enggak harus menumpuk baju selama berminggu-minggu dan mengkhususkan satu hari pergi ke laundry. Ini juga berarti kita menghemat uang hanya untuk mencuci baju.

Teman


Teman kampus dan teman rumah adalah dua konsep yang berbeda. Terkadang, ini juga membuat kita merasa hidup di dua dunia yang berbeda pula. Pulang ke rumah berarti kita bisa bertemu kembali dengan teman-teman satu gank yang berbeda kampus. Kemudian, kita bisa hang out bareng lagi deh sambil berbagi cerita soal kehidupan kampus.

Hewan peliharaan


Teman yang satu ini memberikan cinta tak bersyarat untuk kita. Pulang ketika libur memberi kita kesempatan melepas rindu bermain dengan hewan peliharaan kita di rumah. Sebab, banyak rumah kos melarang penghuninya membawa serta binatang peliharaan. 

Selamat menikmati masa libur di rumah ya. Sebab, tanpa kamu sadari, kamu akan segera kembali kuliah. Nah, ketika jauh dari rumah untuk melanjutkan studi, apa yang kamu rindukan? Kasih komentar ya!(

Sabtu, 07 April 2012

Tips Agar Kamar Kostmu Terlihat Luas

Apa yang kiranya terbesit dalam benakmu ketika mendengar kata kosan? Sumpek mungkin kata yang pertama kali kamu ucapkan. Jika kamar kosan amburadul, sebaiknya kamu mulai berbenah dulu.

Sebab, kenyamanan bisa menentukan cepat atau lambatnya kamu dalam memahami materi. Coba saja bayangkan belajar di tengah tumpukan fotokopi materi, baju kotor, bungkusan kripik pedas atau sepatu yang berceceran di dekat pintu? Bukannya belajar, malah jadi malas.

Jika kamu kurang beruntung mendapat kamar kos sebesar kotak sepatu, kamu perlu banget trik menata kamar kosan agar terlihat lebih luas. Tidak perlu desainer interior, yang kamu perlukan hanya waktu luang untuk berbenah.

Intip trik yang dilansir dari Her Campus, Jumat (16/9/2011):

1. Box penyimpan di bawah kasur
Kalau tempat tidur di kamar kosan tidak berupa matras saja, kamu bisa menggunakan box plastik besar yang ada tutupnya untuk menyimpan apa saja di bawah kasur.

Baiknya sih kamu menyimpan kebutuhan yang enggak sering kamu pakai sehari-hari semisal seprai tambahan, P3K, handuk salinan, DVD atau mungkin kertas kuliah yang belum sempat kamu sortir.

2. Floating shelf
Rak yang bisa ditempel di dinding atau yang biasa dikenal dengan floating shelf berguna untuk menata buku-buku teks, kebutuhan perawatan tubuh seperti parfum, dan lainnya. Selain efisien, floating shell ini bisa kamu pindah-pindahkan sesuka hati jika ingin menata ulang kamar kosan.

3. Tata ulang lemari  
Peraturan yang perlu banget kamu ingat, yakni jangan membawa semua baju yang kamu punya di lemari rumahmu ke lemari di kosan. Pastikan kamu membawa baju sekiranya perlu dan tidak terlalu memenuhi lemari kosanmu, gunakan laci plastik yang bisa dibeli terpisah di toko untuk memaksimalkan ruang lemari.

Jika punya lemari gantung, kamu bisa gunakan lemari gantung untuk sepatu yang terbuat dari bahan flanel, praktis dan efisien.

4. Siasati Meja Belajar
Pada meja belajar biasanya ada laci kecil, kamu bisa manfaatkan laci-laci tersebut untuk memasukkan keperluan belajarmu. Enggak hanya itu sih, kamu juga bisa gunakan laci plastik seperti yang kamu gunakan untuk lemarimu untuk penataan yang lebih terorganisir.

Hindari banyak aksesori diatas meja belajar agar terkesan rapi, jika perlu lampu belajar, beli yang bisa ditempel di dinding.

5. "Pantry" sederhana
Jika di ada kulkas di kamar kosanmu, pergunakan sebijak mungkin. Jangan banyak membeli jajanan yang akhirnya tidak kamu makan dan membusuk di kulkas. Pegunakan kulas untuk menyimpan makan malam atau hidangan cepat saji, atau susu. Jika memungkinkan untuk menggunakan microwave, akan lebih baik lagi.

6. Sulap pintu kamar
Kalau kamu enggak punya lemari gantung untuk sepatumu, jangan beli rak sepatu, itu akan makan tempat. Gunakan tempat sepatu yang bisa di gantung di pintu.

7. Maksimalkan sudut ruangan
Jika punya lemari sudut, gunakan untuk menyimpan tas, laptop, atau hidangan yang akan disantap. Lemari ini gunanya hanya "tempat transit" biarkan kosong, karena akan berguna untuk apa saja.

8. Perabot minimalis
Gunakan furnitur dan perabot yang minimalis, usahakan untuk tidak ada yang tercecer di lantai atau berserakan di atas meja, karena akan membuat kamar kosan terkesan sempit.

9. Siasati kursi
Sadar atau tidak, kursi juga bisa dijadikan tempat penyimpanan. Jika kursimu dari kayu, kamu bisa siasati dengan membuat rak dari triplek unutuk menyimpan sesuatu! Kreativitasmu bisa tersalurkan jika sering menyiasati sesuatu.

10. Manfaatkan Dinding
Sebisa mungkin jauhi memasang poster-poster idola kamu, memang sih itu hak kamu, tapi kenapa tidak kamu gunakan dindingmu untuk menggantung tas dengan menggunakan kait baja? Atau gunakan untuk menggantung handuk mandi yang lembab sekalian berfungsi sebagai jemuran multi fungsi.

Jumat, 30 Maret 2012

5 hal Yang harus kamu perhatikan Sebelum kirim E-Mail ke Dosen

BAYANGKAN kamu berada dalam situasi ini, hari sudah sore dan kamu tidak yakin dengan materi ujian untuk besok. Mau ke kampus dan menemui dosen mata kuliah tersebut, kamu khawatir dosenmu sudah pulang. Ketika kamu memutuskan menulis email untuk dosenmu, kamu pun bingung harus menulis email seperti apa. 


Mengirim email ke dosen mungkin terlihat menakutkan, terutama jika dosen itu tidak mengenalmu secara pribadi. Tetapi, beberapa prinsip umum yang dilansir USA Today, Kamis (29/3/2012) ini dapat membantumu membangun komunikasi dengan sang dosen tanpa khawatir menghadapi rasa malu.

Formal


Selalu menggunakan salam yang tepat ketika menyapa dosenmu melalui email, bahkan jika kamu mengenal dosen tersebut secara pribadi. Gunakan frase, "Yang terhormat" dan lanjutkan dengan sapaan yang akan kamu gunakan ketika berbicara langsung dengan dosenmu. Misalnya, "Yang terhormat Ibu ____ atau Yang terhormat Bapak ____.

Perkenalkan diri
Perkenalan dirimu dengan jelas dan spesifik dengan menyebut nama lengkapmu, serta mata kuliah apa dan jadwal kuliah yang kamu ikuti. Hal ini penting kamu lakukan karena seorang dosen bisa mengajar lebih dari dua kelas dan ratusan mahasiswa tiap semester.

Menyeluruh
Setiap kali mengirimkan pesan, kamu harus memiliki dua hal: tujuan dan audiens. Audiensmu di sini adalah dosen, yang merupakan sosok otoritas.
Tujuanmu mengirim email bisa jadi berbagai hal, dari klarifikasi tugas hingga meminta perpanjangan waktu pengumpulan tugas. Apa pun tujuanmu, kamu perlu mengantisipasi pertanyaan dosen yang mungkin muncul dari pesan yang kamu sampaikan. Contohnya:

Yth Bapak Andri,

Nama saya Sari Mustika dan saya mengikuti mata kuliah Pengantar Ekonomi setiap Senin jam 8 pagi. Saya absen pada kuliah terakhir karena sakit dan ingin mengetahui tugas untuk minggu ini. Silabus hanya berisi daftar tugas membaca, tapi saya ingin memastikan tidak ada tugas yang harus dikumpulkan Kamis ini. Terima kasih atas bantuan Anda.


Hormat saya,

Exmahasiswa

Contoh di atas menunjukkan bahwa Sari telah mempelajari silabus kuliah. Hal ini menghemat waktu dan memungkinkan para dosen untuk hanya menjawab, "Ya, ada tugas tertulis dan itu adalah _____" atau "Tidak ada tugas tertulis."

Berlaku baik
Dosen adalah manusia biasa juga. Mereka memiliki teman, keluarga, hobi dan makanan favorit. Jadi, ketika kamu mengirim email ke dosen, ingat bahwa kamu tidak menulis untuk suatu entitas, bangunan, atau komputer; kamu berkomunikasi dengan orang yang nyata. Bersikap baiklah, berterima kasih, dan jangan pernah menuntut.

Kalimat "Saya menunggu kabar Anda secepat mungkin," bernada menuntut, memaksa, dan memberikan perintah langsung. Dan ini adalah sesuatu yang harus kamu hindari. Ingat juga, kamu sedang berkomunikasi dengan orang yang lebih tua.

Akan lebih baik jika kamu menulis, "Saya mengharapkan kabar dari Anda seluangnya waktu Anda." Ini menyampaikan rasa hormat dan kesadaran.

Sikap seperti ini akan membentuk niat baik dan rasa hormat serta meningkatkan kemungkinanmu untuk menerima bantuan yang kamu butuhkan. Jangan lupa untuk mengucapkan terima kasih kepada dosenmu di akhir email, sebagai penanda hubungan yang baik.

Koreksi emailmu
Ini adalah langkah paling penting dan terakhir kamu lakukan sebelum menekan tombol "kirim". Pastikan suratmu itu bernada profesional dan menunjukkan kepedulian.

Sebuah email penuh kesalahan dan struktur kalimat yang salah pasti akan langsung membuat marah dosen yang sibuk. Lagi pula, jika tulisanmu tidak jelas, pembacanya harus bekerja untuk memahami apa yang ingin kamu sampaikan.

Pastikan kamu menulis email yang singkat, jelas, dan mudah dibaca. Gunakan kalimat sederhana (subjek-kata kerja-objek), kemudian koreksilah suratmu untuk kesalahan ejaan dan gramatika lainnya

Naikaan Harga BBM !!!

SERIUS. Judul ini tidak sekadar ingin mencuri perhatian pembaca sekalian. Kalau ribuan pendemo yang mengatasnamakan rakyat itu ramai-ramai menolak kenaikan BBM. Maka saya ingin juga meneriakkan sekeras-kerasnya sambil mengambil mikrofon, “Naikkan harga BBM aetinggi-tingginya!” Berhubung saya tidak ada yang mengongkosi untuk ikut turun ke jalan, maka saya memilih berteriak lewat tulisan.


Jangan salah, siapa bilang aksi turun ke jalan tidak butuh biaya akomodasi. Belum lagi otomatis seharian tidak bisa kerja cari duit. Yang buruh tidak berangkat kerja, yang petani tidak berangkat ke sawah, yang mahasiswa tidak berangkat ke kampus. Saya curiga, ada uang bonus ketika ikut demo. Untuk apa demonstrasi beramai-ramai yang sering berakhir ricuh dan hampir selalu menutup jalan bahkan ada yang sampai menutup bandara. Keterlaluan bukan? Begitu egois.

Toh, suara mereka belum tentu didengar. Yang ada malah fasilitas umum menjadi rusak. Siapa yang bertanggung jawab memperbaiki? Akhirnya pemerintah yang memperbaiki. Uang rakyat lagi yang digunakan. Bukannya ini musim demokrasi? Bukannya rakyat sudah punya wakil di DPR sana? Saya yakin mereka juga berjuang menyuarakan suara rakyat. Kalaupun kecewa dengan wakil rakyat, jangan salahkan mereka. Salah sendiri dulu memilih mereka. Perlu diingat pula, wakil rakyat mencerminkan rakyat yang diwakili.

Oke, stop sampai disini pembahasan tentang demo.

Kembali ke pernyataan yang ingin saya teriakkan untuk menaikkan harga BBM setinggi-tingginya. Naikkan saja harga BBM setinggi-tingginya. Saya yakin masalah kemacetan sedikit teratasi. Orang menjadi berfikir dua kali untuk menggunakan kendaraan pribadi karena yang bisa menggunakannya hanya orang yang kaya.

Nah, uang yang tadinya digunakan untuk menyubsidi BBM digunakan untuk membantu rakyat yang miskin untuk bangkit dari kemiskinannya. Digunakan sebaik mungkin untuk memberdayakan mereka. Memberi mereka modal usaha. Membuka lapangan pekerjaan baru.

Lho, kalau BBM naik harga barang-barang juga naik. Bagaimana dong? Ya sudah, kalau kemahalan dan tidak sanggup, jangan dibeli. Kalau sedikit yang beli bukannya harga akan turun? Kalau sudah turun baru dibeli. Saya sendiri sebenarnya kurang begitu percaya kalau jumlah rakyat kita yang miskin begitu banyak. Cobalah di antara mereka semua yang miskin hitung berapa uang yang habis untuk merokok saja selama sehari, lalu kalikan selama sebulan. Bisa diartikan itu berarti selama ini uang subsidi pemerintah untuk BBM digunakan masyarakat untuk membeli rokok. Ah, saya bukan ingin membahas rokok, tapi BBM.

Mungkin banyak di antara kita yang ragu dengan pengelola uang negara yang selama ini memang pantas diragukan. Berita korupsi sudah lagi menjadi biasa. Jumlahnya hingga miliaran pun juga sudah tidak asing. Pantaslah jika masyarakat meragukannya. Jangan-jangan setelah subsidi dicabut malah dikorupsi lagi. Jadi, saya sepakat dengan kenaikan harga BBM asalkan ada jaminan uang negara dikelola dengan lebih baik. Para koruptor dihukum mati karena merekalah yang mencekik rakyat sebenarnya.

Beruntunglah kita sekarang di zaman yang demokratis. Pengambilan keputusan tidak hanya semata-mata diambil sepihak seenak perutnya pak presiden. Presiden bukanlah raja, yang keputusannya bisa jadi asal-asalan. Presiden yang memilih kita sendiri, belum lagi para pengawas (anggota Dewan) juga kita sendiri yang memilih. Jadi, percayalah pada mereka. Mereka pasti berusaha memikirkan yang terbaik untuk kita.

Jika harga BBM dinaikkan karena subsidi dikurangi, pasti ada kebijakan lain yang membantu rakyat. Pasti sudah dipikirkan. Saya bukan kader partai pemerintah ataupun oposisi. Saya hanya ingin mengingatkan agar kita percaya kepada pemimpin kita. Apalagi kita sendiri yang memilihnya. Kalaupun ingin mengingatkan atau ingin berpendapat silakan. Ini zaman bebas berekspresi. Asal saja jangan mengganggu ketertiban. Jangan membuat pengguna jalan yang biasanya sudah merasakan kemacetan kini mengalami kemacetan kuadrat.

Ada banyak cara untuk mengungkapkan pendapat. Tidak selalu dengan aksi turun ke jalan sambil melempar pak polisi atau merusak pagar atau membakar ban. Kita bisa menggunakan teknologi informasi yang ada. Ada jejaring sosial, ada blog pribadi. Bahkan media massa sekarang tidak seperti dulu yang harus pro pemerintah. Sekarang bebas. Jadi, manfaatkanlah kebebasan itu dengan tanggung jawab dan jangan kebablasan. Itu saja.

Sebelum saya tutup, sekali lagi saya katakan saya bukan ahli dalam hal ini. Saya hanya orang bodoh yang ngomongin urusannya orang di atas sana. Ini sebagai bentuk kepedulian saja. Ikut menyemarakakkan hiburan masyarakat yang lagi ngetrend. Tapi saya yakin orang-orang di atas sana merupakan orang yang ahli, yang pintar, yang memikirkan segala kemungkinan. Jadi, jangan mendebat saya, ya..

Ridwan Kharis
Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM)
mahasiswa biasa-biasa saja
kalau sekiranya tulisan saya kurang intelek, harap maklum

Senin, 26 Maret 2012

Menyulap Nilai E Menjadi A..

Sebagai mahasiswa yang bisa mencapai nilai mata kuliah tertinggi alias A, pasti memiliki kepuasan tersendiri. Tapi bagaimana jika sebaliknya, nilaimu justru D atau E?

Biasanya, pihak kampus menyediakan kelas pendek untuk mengulang mata kuliah. Ini memang tawaran yang menarik, tapi ada beberapa konsekuensi yang harus diterima.

Konsekuensi itu antara lain, waktu yang terbuang untuk mata kuliah yang sama dan tentunya biaya pendidikan menjadi bengkak.

Nah, jika kamu memutuskan untuk mengambil kelas di semester pendek, maka ada beberapa hal yang harus kamu lakukan. Tujuannya, jangan sampai nilai terjelek itu kembali tertera dalam kartu hasil studi (KHS).

1. Niat dan Evaluasi Diri.
Mengikuti kelas di semester pendek harus dibarengi dengan niat untuk memperbaiki nilai. Jika kamu menjalankannya dengan biasa-biasa saja, maka hasilnya juga akan biasa saja.

Evaluasilah dirimu, mengapa ketika itu bisa mendapat nilai D atau E. Apakah pelajarannya sulit? Bermasalah dengan dosen? Atau banyak bolos? Klasifikasikan permasalahanmu dan cari solusinya. Ingat jangan sampai kamu terjatuh pada lubang yang sama.

2. Konsultasikan Masalahmu dengan Dosen
Jika kamu kesulitan untuk menerima materi pelajaran, mintalah waktu kepada dosen, sesudah kelas usai. 
Komunikasikan bagian tersulit yang kamu hadapi, pastikan kamu bisa mengerti mendengar penjelasan dosen. Siapa tau dengan cara komunikasi seperti itu kamu lebih mudah untuk menerima materi, ketimbang secara massal di dalam kelas.

3. Maju Satu Langkah
Dengan kamu mengulang mata kuliah, sebenarnya kamu sudah memiliki 'amunisi' yang sama. Kumpulkan kembali beberapa referensi, buku atau catatan yang kamu miliki. Baca kembali materi kuliah sebelum memasuki kelas, sesuai dengan satuan acara perkuliahan (SAP).

Jadi ketika dosen melakukan kuis mendadak kamu sudah siap!

4. Perluas Pergaulan

Jangan putus asa karena nilai E. Kamu harus tetap optimistis dan ambil hikmahnya.

Dengan ikut kelas di semester pendek, artinya kamu akan mendapat teman baru. Perluaslah pergaulan, siapa tau kamu akan mendapat manfaat yang bisa menambah kualitas dirimu.