Kamis, 15 Maret 2012

Inggris Pilihan Favorit Kuliah

Jumlah mahasiswa internasional di Inggris akan meningkat hingga 10 persen dalam sepuluh tahun mendatang. Ini merupakan perkiraan dari lembaga British Council. Hal ini muncul di tengah kekhawatiran akan penurunan pelajar internasional di Inggris.




Direktur British Council Jo Beall menyatakan, sepuluh tahun ke depan akan menjadi masa yang kritis bagi Inggris, jika ingin mengambil keuntungan.  “Di dunia yang semakin terhubung dan saling bergantung, kemauan dan kemampuan untuk bekerja sama secara internasional dan merespons perubahan tren, sangatlah penting," kata Beall.

Pada akhir dekade lalu, ada 3,5 juta mahasiswa yang belajar di luar negeri. Meski tingkat kenaikannya melambat, secara keseluruhan diperkirakan jumlahnya akan terus meningkat.

Penelitian British Council ini meneliti tren global pendidikan tinggi hingga 2020. British Council memerkirakan peningkatan penting negara Asia, menantang dominasi lama dari Amerika Serikat. Disebutkan bahwa pada 2020, China akan memiliki mahasiswa dua kali lebih banyak dari dibandingkan Amerika.

Tapi British Council memprediksi meski China memiliki banyak kaum muda, negeri Tirai Bambu masih kalah dari India dalam hal pengiriman mahasiswa asing. Diperkirakan bahwa India akan menjadi negara yang paling banyak mengirimkan mahasiswa internasional.

Data dari Badan Statistik Pendidikan Tinggi Inggris (HESA) menunjukkan bahwa saat ini, China merupakan negara terbesar yang mengirimkan mahasiswa ke Inggris yakni 67 ribu orang. Sementara India ‘hanya’ mengirimkan 39 ribu orang.

Data pada 2011 menunjukkan, bahwa 12 persen mahasiswa di Inggris berasal dari luar negeri (luar Uni Eropa). Demikian seperti dikutip dari BBC, Rabu (14/3/2012).

Dalam hal potensi pasar untuk pendidikan tinggi, British Council menyoroti pada 2020, ada empat negara yang secara total jumlahnya lebih dari setengah populasi dunia usia 18 hingga 22 tahun. Empat negara itu adalah India, China, Amerika, dan Indonesia. Sementara secara global, negara lain yang diperkirakan meningkat dalam laju pertumbuhan mahasiswa asing dalam sepuluh tahun ke depan adalah Nigeria, Malaysia, dan Nepal.

British Council menyatakan bahwa ekspansi tunggal mahasiswa asing kemungkinan akan terjadi di Australia. Namun hanya Australia yang diperkirakan akan mengalami peningkatan terbesar dalam jumlah mahasiswa internasional dan menerima tambahan mahasiswa hingga 50 ribu orang.

Tapi disebutkan bahwa Inggris bisa menjadi negara terbesar kedua dalam hal peningkatan jumlah mahasiswa asing, dan diprediksi akan meningkat 30 ribu orang.

British Council juga menyoroti bagaimana universitas riset telah mendunia, karena saat ini sepertiga penelitian dunia merupakan kolaborasi internasional.

Hasil perkiraan British Council akan dirilis di konferensi Going Global di London, Inggris, pekan ini. Konferensi ini akan memeriksa globalisasi universitas, yang akan mempertemukan 1.300 pemimpin pendidikan tinggi dunia.

0 komentar:

Posting Komentar