Minggu, 11 Maret 2012

Mengatur Keuangan ala Mahasiswa

GAYA hidup konsumtif merajalela di setiap lapisan masyarakat. Tidak terkecuali kaum muda. Salah satunya adalah mahasiswa. Banyaknya kebutuhan, mulai dari kepentingan akademis hingga gaya hidup, menuntut mereka untuk bersikap konsumtif.


Sayangnya, sikap tersebut tidak diimbangi dengan usaha untuk memenuhi kebutuhan secara mandiri. Kerap kali mereka hanya bergantung kepada orangtua sebagai sumber dana utama.

Berikut tips yang dapat membantu kamu menghemat uang saku dari orangtua tanpa meninggalkan gaya hidup kawula muda masa kini.

1. Pikir lagi sebelum membeli
Saat memutuskan membeli sesuatu, pastikan kamu membutuhkannya. Bukan sekadar ikut-ikutan atau hanya ingin terlihat keren.

2. Setop membeli barang-barang berdasarkan merek
"Harga menjamin kualitas." Ungkapan ini memang tepat, namun tentunya harus disesuaikan dengan kemampuan keuanganmu saat ini sebagai seorang mahasiswa. Jika dapat membeli barang berkualitas sama dengan harga yang lebih murah, kenapa tidak?

3. Pilih makanan murah meriah
Tanpa kamu sadari, dalam satu hari kuliah dapat mengeluarkan banyak uang hanya untuk makan. Apalagi ketika kamu harus mengikuti kuliah dengan jeda waktu yang cukup jauh. Maka, pilihlah jajanan dengan harga sesuai kantung mahasiswa, mengenyangkan, namun harus higienis.

Untuk lebih hemat, kamu bisa membawa bekal dari rumah. Sesekali sah-sah saja jika kamu ingin memanjakan lidah dengan mengonsumsi makanan dengan harga yang cukup mahal. Namun, tidak perlu setiap saat.

4. Pilih teman yang tepat
Terbiasa dengan teman-teman dengan kebiasaan memboroskan uang akan membuatmu tertular. Jika tidak pandai-pandai membentengi diri, kamu akan dengan mudah mengikuti gaya hidup yang dianut mereka.

5. Manfaatkan status mahasiswa
Memanfaatkan di sini dalam arti yang positif. Sebagai seorang mahasiswa sering kali kamu mendapatkan kelebihan yang menguntungkan. Misalnya, di sejumlah restoran, toko baju dan sepatu, hingga toko buku, terdapat harga spesial bagi mahasiswa. Potongan harga ini dapat kamu tabung atau digunakan untuk membeli keperluan lainnya. Namun, tetap berlaku prinsip membelanjakan barang-barang yang sesuai dengan kebutuhan.

0 komentar:

Posting Komentar